Tuesday, 03 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Emas melonjak ke rekor tertinggi di atas $3.200 karena perang tarif AS-Tiongkok
Friday, 11 April 2025 10:24 WIB | GOLD |GOLD

Harga Emas (XAU/USD) bertahan di posisi positif di sekitar $3.215 setelah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di $3.219 selama jam perdagangan Asia pada hari Jumat. Melemahnya Dolar AS (USD) dan meningkatnya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok memberikan sedikit dukungan bagi logam mulia, aset safe haven tradisional.

Data yang dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) pada hari Kamis mengungkapkan bahwa harga konsumen AS secara tak terduga turun pada bulan Maret, tetapi risiko inflasi cenderung naik setelah Presiden AS Donald Trump menggandakan tarif Tiongkok. Inflasi CPI AS turun menjadi 2,4% YoY pada bulan Maret dari 2,8% pada bulan Februari. Angka ini berada di bawah ekspektasi pasar sebesar 2,6%.

CPI inti, yang tidak termasuk harga pangan dan energi yang fluktuatif, meningkat 2,8% YoY pada bulan Maret, dibandingkan dengan kenaikan 3,1% yang terlihat pada bulan Februari dan berada di bawah konsensus 3,0%. Secara bulanan, CPI utama turun 0,1%, sedangkan CPI inti naik 0,1%.
Trump mengatakan pada hari Rabu bahwa ia akan menurunkan bea masuk sementara pada puluhan negara. Namun, Trump juga menaikkan bea masuk pada Tiongkok menjadi 125%, yang berlaku segera, setelah Beijing mengumumkan rencana untuk membalas dengan bea masuk sebesar 84%. Kekhawatiran atas ekonomi global dan ketegangan perdagangan yang baru antara dua ekonomi terbesar dunia membuat investor tetap berada di aset safe haven, yang mendukung harga Emas.

"Emas mendapatkan kembali daya tariknya sebagai safe haven dan kembali ke jalur untuk mencapai titik tertinggi baru sepanjang masa," kata Nikos Tzabouras, Analis Pasar Senior di Tradu.com.

Di sisi lain, Federal Reserve (Fed) memangkas taruhan pemangkasan suku bunga yang dapat memperkuat Greenback dan membebani harga komoditas berdenominasi USD. Para pedagang sekarang memperkirakan Fed akan melanjutkan pemangkasan suku bunga pada bulan Juni dan mungkin mengurangi suku bunga kebijakannya sebesar satu persen penuh pada akhir tahun.(Cay)

Sumber: Fxstreet

RELATED NEWS
NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu...
Thursday, 12 February 2026 19:24 WIB

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data ...

Narasi Cut Rate Menguat, Emas Ikut Terangkat...
Wednesday, 11 February 2026 20:25 WIB

Harga emas menguat pada Rabu (11/2), ditopang pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi AS setelah data ekonomi terbaru memperkuat narasi bahwa Federal Reserve berpeluang melanjutkan pelong...

Emas Koreksi, Tapi Geopolitik Pegang Kendali...
Tuesday, 10 February 2026 21:14 WIB

Emas koreksi tipis di sesi Eropa hari Selasa (10/2), tapi masih bertahan di atas $5.000/oz karena pasar lagi "nahan napas" jelang rangkaian data AS yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga. Emas spot ...

Emas Bertahan Kuat, Pasar Cuma Nunggu 2 Data Ini !...
Monday, 9 February 2026 14:52 WIB

Emas bertahan di atas level psikologis $5.000 pada awal pekan, ditopang faktor kombinasi yang lagi "pas" buat logam mulia: permintaan fisik dari Tiongkok, ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah, d...

Rebound Emas Tertahan : Pasar Masih Tarik Ulur...
Friday, 6 February 2026 23:09 WIB

Harga emas masih kesulitan mengubah rebound intraday jadi reli yang berkelanjutan. Setelah sempat jatuh ke area $4.654 ( level terendah 4 hari) dan memantul, harga kembali tertolak di dekat $4.900. Pa...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS